Kamis, 20 Oktober 2011

AWAS! AS Punya Senjata Rekayasa Gempa dan Tsunami

Angkatan Laut Rusia dalam sebuah laporan menyebut gempa bumi yang terjadi di Haiti akibat uji coba senjata HAARP (High Frequency Active Auroral Reasearch Program) oleh militer Amerika dan menyebut target berikut dari ujicoba ini adalah menghancurkan Iran dan menggulingkan pemerintah saat ini melalui gempa bumi.

HAARP mengembangkan senjata ekologi yang digunakan dengan cara mengirimkan energi luar biasa ke lapisan ionospher, memancing reaksi energi yang sangat dari seluruh molekul lapisan bagian lapisan atmospher tersebut. Fenomena ini akan dapat menimbulkan berbagai macam gangguan cuaca seperti kekeringan, hujan salju, hujan lebat, cuaca dingin, tsunami, badai, gempa, dan lain-lain.

Situs Walternet dalam sebuah laporan berjudul "Apakah Amerika punya peran dalam terjadinya gempa bumi Haiti?" menulis, berdasarkan pernyataan surat kabar Russia Today, Hugo Cavez, Presiden Venezuela menuding Amerika bertanggung jawab atas terjadinya rententan gempa bumi terakhir di Laut Karibia, termasuk gempa bumi di Haiti.

Berdasarkan tayangan televisi Vive TV Venezuela, pernyataan militer Rusia ini segera menyadarkan banyak orang dan menyusul laporan ini negara-negara seperti Venezuela, Bolivia dan Nikaragua langsung meminta diadakannya sidang darurat Dewan Keamanan PBB sebagai lembaga yang harus membahas tuduhan agresi militer Amerika terhadap Haiti.

Televisi Vive Tv dalam laporannya mengatakan, laporan Angkatan Laut Rusia menunjukkan betapa mereka telah melakukan kajian mendalam atas aktivitas Angkatan Laut Amerika di Laut Karibia sejak tahun 2008. Amerika tahun 2008 menyatakan kecenderungannya untuk meremajakan Armada Keempat Amerika yang sudah tidak aktif ladi sejak tahun 1995. Setahun kemudian Rusia menjawab kecenderungan Amerika dengan mulai melakukan latihan dan aktivitas Angkatan Lautnya di sekitar Kapal Induk Nuklir Pierre Le Grand yang tidak beroperasi lagi sejak berakhirnya Perang Dingin.

Sejak berakhirnya dekade 70-an, Amerika telah meningkatkan risetnya terkait senjata HAARP. Dan sejak itu mereka memanfaatkan generator retakan dan getaran, plasma dan resonansi (gelombang suara) untuk menciptakan bomb dengan gelombang getaran yang kuat.

Laporan ini kemudian membandingkan dua uji coba yang dilakukan Angkatan Laut Amerika pekan lalu yang pertamanya mengakibatkan gempa 5,6 SR di sekitar kota Eureka di California yang tidak menimbulkan korban jiwa, sementara uji coba kedua menciptakan gempa bumi di Haiti yang sedikitnya menelan 140 ribu korban.

Sebagaimana yang ditunjukkan oleh laporan ini, Angkatan Laut Amerika kemungkinan besar mengetahui dampak luas kerusakan akibat gempa bumi di Haiti. Oleh karenanya, Angkatan Laut Amerika langsung mengutus Letnan Jendral Ken Keen, Panglima Militer Amerika di Haiti mengirim pasukannya ke sana untuk mengontrol pintu masuk dan mengawasi segala aktivitas dan upaya penyelamatan di negara ini.

Terkait target terakhir dari uji coba ini, Angkatan Laut Rusia menyatakan, tujuan akhir uji coba ini adalah menghancurkan Iran dan menggulingkan pemerintah saat ini dengan menciptakan gempa bumi.

Masih dari laporan ini, proyek HAARP juga akan memberikan Amerika kemampuan untuk menciptakan perubahan luar biasa terhadap kondisi iklim guna munculnya banjir, kekeringan dan angin topan.

Sesuai dengan laporan ini, ada informasi bahwa gempa bumi 7,8 SR yang terjadi tanggal 12 Mei 2008 di Sichuan, Cina punya kesamaan dengan dampak yang terjadi akibat gelombang elektromagnetis HAARP.
Televisi Vive TV di bagian akhir laporannya menjelaskan, pasca terjadinya gempa bumi Haiti, Departemen Pertahanan Amerika (Pentagon) menyatakan, USNS Comfort, kapal rumah sakit langsung dikirim ke Haiti.

Setelah itu, Michel Mullen, Panglima Staf Gabungan Militer Amerika menyatakan, militer Amerika siap memberikan bantuan darurat kepada korban gempa bumi Haiti.

Berdasarkan laporan Angkatan Laut Rusia, Amerika mengirim 10 ribu personil militer ke Haiti pasca gempa bumi dengan tujuan mengontrol negara yang telah hancur itu.

Apakah gempa yang di ikuti Tsunami di Indonesia juga bagian dari aktivitas rekayasa Angkatan Laut AS di Namru 2, atau gempa yang sering terjadi akibat dari uji coba senjata ekologi AS yang bernama HAARP. (ir/mj)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar